Profil

Ada Apa Dengan Boim Lebon

Pasti kenal dong sama penulis yang satu ini. Gayanya asyik, masih terlihat berjiwa muda dan low profile. Sosok produser satu ini juga aktif diberbagai kegiatan religius.

Saya sebagai penulis sudah menganal Mas Boim Lebon sejak saya bergabung sebagai jurnalis freelance di majalah KOPIOKE – RCTI (sebuah free magazine yang mengupas tentang program acara TV yang tayang di RCTI, meliput dunia periklanan dan aktivitas rekan media agency). Saya juga pernah menjadi peserta workshop menulis yang diselenggarakan oleh Penerbit GRAMEDIA, dan Mas Boim Lebon inilah yang menjadi narasumbernya.

Boim Lebon (paling kanan) lagi manggung nie yee..

Boim Lebon (paling kanan) lagi manggung nie yee..

Terlahir dengan nama Sudiyanto, tapi nama panggilan atau popularnya Boim Lebon. Pak Haji yang satu ini memang gaul banget, kalau sudah menjadi pembicara dalam acara menulis atau off air program acara TV, sering kali kita dibuat tertawa. Penulis yang satu ini memang memilih genre komedi untuk cerita yang dibuatnya.

 

Ditemui di salah satu rumah makan di kawasan Perumnas 2, Cibodas Karawaci Tangerang – Banten, saya berhasil memawancarai beliau. Berikut kutipan wawancaranya :

 

Saya :
Di masa anak-anak apakah bapak memang sudah kepikiran menjadi penulis?

Boim Lebon :
Saya memang senang membaca buku sejak kecil. Baca komik Tin-tin, Latilup, Donal Bebek, Gareng Petruk. Sempat terbayang menjadi wartawan, mau bikin buku, mau punya perusahaan sendiri. Karna di buku ada cerita tentang orang sukses maka hal ini menginspirasi saya. Selain itu saya juga suka membaca buku tentang kisah-kisah Nabi. Dulu juga ada buku anak-anak yang menceritakan sahabat Nabi. Di masa kecil, saya juga sudah banyak mempelajari kisah agama melalui buku.

 

Saya :
Memasuki masa remaja apakah sudah mulai melakukan aksi untuk menyalurkan dan mewujudkan keinginan menjadi penulis?

Boim Lebon :
Di masa SMA saya masuk ekskul (ektra kurikuler) teater. Saya sudah bikin naskah komedi misal untuk acara lulusasekolah, festival teater antar sekolah, lomba akting, lomba lawak. Alhamdulillah beberapa kali menang, beberapa kali pentas.

 

Saya :
Awal perkenalan dengan Hilmah Hariwijaya, sebagai penulis novel Lupus bagaimana?

Boim Lebon :
Saya bertemu di redaksi majalah HAI. Mas Hilman sudah menulis serial Lupus. Saya kebetulan sedang belajar menulis. Mas Hilman tertarik dengan gaya tulisan saya, akhirnya saya dilibatkan. Saya merasa terbuka pintu yang sangat lebar bagi saya untuk menggeluti dunia tulis menulis.

Lupus karya asli Hilman Hariwijaya dan ada novelnya. Lalu Lupus berkembang, ada Lupus Kecil, dan saya dilibatkan oleh Mas Hilman, begitupula dengan Lupus ABG. Jadi di novel Lupus Kecil dan Lupus ABG penulisnya saya dan Hilman Hariwijaya.

 

Saya :
Tulisan pertama di muat di media mana?

Boim Lebon :
Untuk cerpen di majalah HAI. Kalau untuk laporan berupa artikel seperti kegiatan pementasan seni dan teater pernah juga dimuat di beberapa majalah

 

 Saya :
Pengalaman kerja formal?

Boim Lebon :
Lumayan banyak juga. Saya pernah kerja di stasiun Radio seperti radio SK dan DMC sebagai penyiar. Bekerja di majalah sebagai redaktur. Sekitar tahun 1993 pernah bekerja di INDOSIAR sebagai Script Writer (penulis naskah). Lalu di tahun 1996 pindah ke RCTI. Pertama kali di RCTI saya bekerja sebagai Script Writer, lalu pernah menjabat sebagai Associate Produser, dan sekarang sebagai Produser.

 

 Saya :
Sebagai seorang ayah, apakah anak bapak ada yang gemar menulis?

Boim Lebon :
Saya memberikan kebebasan bagi anak-anak saya untuk memilih profesinya. Tapi anak pertama saya kuliah di Sastra Arab di Universitas Indonesia. Dia memang sudah suka dengan dunia sastra. Kalau anak saya yang kedua dan ketiga, sudah suka dengan hal-hal yang berbau komedi. Sering nonton acara Stand Up Comedy, film komedi,  dan cenderungan dengan hal-hal komedi sudah ada.

 

Saya :
Sebagai seorang penulis yang sudah punya nama, bapak sering berbagi ilmu di berbagai kegiatan seperti pelatihan menulis,  workshop dan seminar. Apa yang diharapkan oleh Bapak, khususnya untuk generasi muda?

Boim Lebon :
Dunia tulis-menulis ini adalah sesuatu yang mengasyikkan. Kalau ditekuni maka anak-anak muda bisa menyalurkan isi hati mereka. Mereka bisa menyampaikan sesuatu lewat tulisan. Mereka bisa menuangkan ide-ide menarik mereka lewat tulisan dan bisa dikirim ke media, sehingga semuanya bisa disimpan di dalam tulisan atau buku tersebut, karna jika banyak peristiwa menarik tidak ditulis maka hal itu akan hilang begitu saja. Tapi jika peristiwa yang mereka alami ditulis maka akan tersimpan di dalam sebuah karya tulis. Jadi saya menyarankan kepada anak-anak muda mulailah belajar menulis dari hal-hal yang kecil dulu, seperti menulis puisi dan catatan harian.

 

Saya :
Obsesi bapak ke depan seperti apa?

Boim Lebon :
Saya mau punya usaha sendiri di bidang tulis menulis, seperti menerbitkan buku, saya bisa membuat pelatihan menulis bagi pelajar dan generasi muda. Saya juga kepikiran membuat Production House (Rumah Produksi) yang bisa memproduksi film dan sinetron yang kontennya baik, mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya pelajar dan anak-anak muda.

 

Saya :
Sukanya menjadi penulis?

Boim Lebon :
Sukanya saat naskah kita diterima. Pihak Production House yang meng-order naskah kita senang dengan karya kita. Kalau saya bikin buku lalu buku saya diterbitkan oleh penerbit dan ketika dijual mendapat tanggapan yang baik dari pembaca.

 

Saya :
Dukanya menjadi penulis?

Boim Lebon :
Walaupun saya sudah dikenal, tapi tetap saja saya mengalami hal-hal seperti konsep ditolak, naskah yang sudah saya buat tapi tidak ada kabar lagi. Diminta bikin sinopsis sinetron oleh Production House, lalu sudah saya buat tapi enggak ada tanggapan atau enggak ada feed back. Atau ada naskah saya yang dianggap kurang layak.

Saya menganggap itu semua sebagai sebuah proses berkarya. Proses yang harus dilewati. Dan akan tetap aja bikin terus, enggak pernah kapok.

Kadang sudah bergadang bikin naskah, ngetik depan komputer atau laptop seharian eh tiba-tiba naskah saya dianggap kurang layak, otomatis saya tidak dapat honor padahal saya sudah kerja.

Bagi anak-anak muda yang ingin jadi penulis, saya sarankan jangan menyerah, sehingga lama-kelamaan kita akan menjadi matang dan tidak mudah kecewa saat naskah kita ditolak.

 

Saya :
Bagaimana mencari ide / inspirasi untuk cerita?

Boim Lebon :
Membaca buku, jalan-jalan atau nonton. Setelah itu saya tulis, mulai dari sinopsis, karakter dan mencari judul.

Demikianlah kutipan wawancara saya dengan Boim Lebon.

 

Buka puasa bersama Lupus CS di kediaman Hilman Hariwijaya di Bintaro

Buka puasa bersama Lupus CS di kediaman Hilman Hariwijaya di Bintaro

 

 

Nama                                    :    H. Sudiyanto bin Pandi Karyokromo.

Tempat/ tanggal lahir       :    Jakarta, 17 Juli 1967.

Pendidikan                          :    Sekolah Tinggi Publisistik.
(sekarang – Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik).

Nama istri                            :    Hj. Ade Patalianawati.

Anak                                      :

  1.  M. Faris Fatalillah.
  2. M. Abuzar Ghifari.
  3.  M. Sultan Salim.
  4.  Faliq Faza

 

Profesi                                  :

  • Penulis cerita komedi anak dan remaja.
  • Produser TV Swasta.

 

Pekerjaan                            :   (sekarang) Produser di Stasiun TV, Rajawali Citra Televisi Indonesia.

 

Bersama panitia pelatihan menulis kreatif di UMJ Jkt

Bersama panitia pelatihan menulis kreatif di Universitas Muhammadiyah Jakarta

Bersama penggemar buku Boim Lebon

Program Acara TV yang pernah digarap :

  • Lenong Bocah di Televisi Pendidikan Indonesia.
  • Sinetron Lupus (bersama Hilman Hariwijaya) di INDOSIAR
  • Sinetron Olga di INDOSIAR.
  • Sinetron Pondok Pak Jon di INDOSIAR.
  • Dona Sang Penyamar di ANTV.
  • Stasiun Ramadhan di RCTI.
  • Sinetron Dua Sisi Mata Uang di RCTI.
  • Welcome Dance di RCTI.
  • Satu Lawan Banyak (reality comedy) di RCTI.

 

Buku Lupus Kecil, karya Boim Lebon dan Hilman Hariwijaya

Buku Lupus Kecil, karya Boim Lebon dan Hilman Hariwijaya

Novel :

  • Lupus Kecil (terdapat beberapa judul buku) – Hilman Hariwijaya & Boim Lebon.
  • Lupus ABG (terdapat beberapa judul buku) –  Hilman Hariwijaya & Boim Lebon.
  • Napak Tilas Para Hantu (Keluarga Hantu, #1).
  • Suparman Pulang Kampung.
  • Gangway: Let Me Begin: Mendadak Benjut.
  • Gangway: Malam Jumat Klimis.
  • Kejarlah Daku, Kau Kuangkot.
  • Anak Sepasang Bintang.
  • Suparman Pulang Kampung.
  • I Love You Somad.
  • Masih Cuma Bisa Di Republik Mimpi.
  • Trio Bebek.
  • Komeng Undercover.
  • 3 Anak Badung.
  • Maju Iyus Pantung Mundur.
  • From Batavia With Love.
  • 19+
  • Faris dan Haji Obet: Mimpi, MImpi, Mimpiii!
  • Padapanic Awards.
  • Gua Bukan OB Lagi.
" Foto keluarga " (kiri - kanan) Pemilik warung makan, Thomas (bolehklik.com), Boim Lebon, Muhammad (bolehklik.com)

“Tim bolehklik.com numpang foto bersama. “
(kiri – kanan) Pemilik warung makan, Thomas (bolehklik.com), Boim Lebon, Imam (bolehklik.com)

Profil Boim Lebon di GoodReads : [su_button url=” http:/www.goodreads.com/author/show/741364.Boim_Lebon” target=”blank” style=”flat” icon=”icon: chain-broken”]Klik Disini[/su_button]

Lay out dan Posting : Muhammad Imammuddin
Penulis                     : Thomas Antoni

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top