Dunia Kerja & Dunia Usaha

DARI FREELANCE HINGGA PUNYA KANTOR SENDIRI

Ketika yang lain ingin kerja kantoran dengan penghasilan tetap tiap bulan, tapi wanita satu ini awalnya masih memilih kerja secara Freelance atau paruh waktu, hingga akhirnya ia dipercaya memegang salah satu perusahaan. Ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, bolehklik.com berhasil mewawancarai sosok wanita pekerja lepas atau biasa disebut Freelancer. Dia adalah Gladiesziecca, biasa disapa Glad.  “Alasan saya memilih Freelance karena tidak terikat waktu oleh instansi manapun. Menantang dan menarik karena banyak pengalaman. Punya banyak waktu untuk bisa mempelajari bidang-bidang lain. Dan saya bisa mengatur waktu sendiri. Banyak berteman dan bergaul,” tutur wanita kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, 10 Januari 1991 ini.

 

 

Glad yang merupakan anak dari pasangan Ngabdurohmad dan Sumiyati, menuturkan bahwa kiat-kiat jadi freelancer yaitu banyak bergaul dan silaturahmi, aktif di sosial media dan welcome dengan siapa pun.

Diakui Glad kalau dirinya pernah bekerja secara formal sebagai Staf Kantor di perusahaan asing di Timor Leste.

 

 

Wanita lajang plus single ini ternyata menyimpan banyak kisah. Di Jakarta Glad sebagai pendatang. “Awal mula datang ke Jakarta aku masih sekolah kelas 1 SMP. Karna aku dari keluarga sederhana, maka aku berniat untuk bekerja di Jakarta. Awalnya ikut tetangga buat jadi baby sitter (pengasuh bayi) anak dari tetangga aku, tapi karna aku tipikal orang yang enggak suka diam, akhirnya aku tinggalkan pekerjaan itu dan aku coba lihat info lowongan kerja di koran, lalu aku sempat ikut management artis, melalui sekolah model,” tutur Glad.

Di dunia hiburan Glad masih terus berusaha, hingga ia mencoba dunia teater, dan berkesenian. Glad juga sempat menjadi talent di salah satu program acara TV swasta.

Glad juga pernah jualan kopi dan kue secara berkeliling di Monas, bahkan katanya sempat diusir.

Diakui Glad kalau ia juga sempat tomboy (cewek sedikit kelaki-lakian) “Aku pernah coba balapan liar karna hobi dengan motor gede he-he-he.”

Glad menuturkan kalau ia harus bisa beradaptasi dengan kota besar sekelas Jakarta. ”Pandangan aku terhadap Jakarta itu sangat luar biasa. Aku tidak boleh nervous (gugup) dan selalu positif thinking.”

 

 

Memanfaatkan setiap peluang dalam usaha itu yang dilakukan Glad. “Saya sempat beberapa kali gagal usaha, salah satunya saat membuka butik. Tapi saya orangnya enggak kapokan. Saat punya mobil, saya juga pernah usaha rental mobil, ketika belum ada jasa angkutan online seperti sekarang ini. Jual jaket juga pernah, yang panting dimana ada celahnya yang bisa mendatangkan uang.”

 

 

Kesibukan Glad saat ini apa sih?

“Join sama teman bikin usaha di bidang konsultan bisnis dan berkantor di salah satu gedung kawasan Tugu Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat. Kalau di bidang Freelance, Event Organizer masih menjadi pilihannya, dan juga menjadi MC (pemandu acara).

Sebagai Freelancer pastilah ada suka dan dukanya. “Dukanya tidak dapat penghasilan tetap secara financial,” tutur wanita yang menyukai makanan berbahan daging.

“Sukanya, kadang kalau dapat job hasilnya lebih dari kerja kantoran. Bisa bergaul ke mana saja, masuk ke mana saja dan bisa mengatur waktu sendiri,” tutur wanita yang salah satu hobinya adalah sosialita.

Obsesi kedepan apa sih Glad?

“Sebagai generasi muda aku ingin Indonesia lebih baik dan maju, berdaulat dan berbangsa. Aku juga masih ingin bekerja secara jujur tanpa merugikan siapun.”

 

 

Moto hidup kamu apa Glad?

“Kalau kita bisa jadi yang luar biasa, mengapa harus jadi yang biasa, karna dalam hidup kita harus menjadi yang luar biasa. Luar biasa untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk orang lain dan negara,” tutur wanita yang mengidolakan Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019). (www.bolehklik.com – Thomas Antoni)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top