Profil

Kisah Singkat Romantika Hidupku

MANAGER BAND

Inilah kisah Endah Catur Desiyanti, yang biasa disapa Endah…

Siapa sangka wanita yang pernah menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Tehnik Sipil di Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah ini adalah seorang manager grup band. Sebelumnya Endah pernah bekerja sebagai Manager Lapangan di sebuah perusahaan kontraktor dan beberapa bidang pekerjaan informal pernah ia jalani. Tapi musiklah yang pada akhirnya menjadi pilihannya.

Selain sebagai ibu rumah tangga, Endah punya kesibukan lain untuk mempromosikan sebuah grup band bernama Revaster Band. Band ini beraliran pop rock, yang beranggotakan dua orang perempuan muda, bernama Nia Indria sebagai vokalis dan Cresna, M,Pd sebagai pemain bass.

(Untuk profil Revaster Band akan dibahas lebih lanjut–red).

Diakui Endah, hubungannya dengan personil Revaster Band tidak hanya sebatas manager dengan artis. “Mereka sudah saya anggap sebagai anak sendiri, sebagai anggota keluarga. Mereka sering curhat sama saya. Sering jalan-jalan dan bercanda bersama di waktu luang.”


Endah Catur Desiyanti (kanan) bersama Personil Revaster Band Nia Indria (kiri), Cresna (tengah) 

Agar Revaster Band bisa berkembang secara profesional, Endah membentuk management artis bernama Forex Good Management, disingkat FG Management. Melalui bendera FG Management, Revaster Band beberapa kali mendapat tawaran job manggung.

Sebagai seorang manager band, Endah selalu bersilaturahmi dengan komunitas musik, pekerja media seperti Stasiun Radio dan Stasiun TV, sehingga ia bisa mendapatkan info seputar job mangung. Order manggung juga kerap kali ia dapatkan dari info di media sosial.

Endah menyadari kerja tim sangat diperlukan untuk memajukan Revaster Band. Dengan kerja tim, Revaster Band sering mendapat tawaran manggung di berbagai tempat di berbagai kota.

Salah satu obsesi Endah yaitu ia berharap agar band yang dimanajemeninya itu bisa maju dan sejajar dengan band papan atas lainnya.

Selain urusan musik di luar rumah, kesibukan Endah di rumah juga masih berhubungan dengan musik. Endah membuka les privat piano. “Dari kecil saya ingin belajar piano, tapi fasilitas di sekitar tempat tinggal saya di Sulawesi belum ada. Akhirnya setelah menikah, saya iseng-iseng kursus piano. Dan akhirnya kesampaian juga hehehe,” tutur Endah.

Dengan belajar ia mendapatkan ilmu. Kini Endah kembali membagi ilmu dalam hal piano dengan membuka les privat piano di rumahnya. ”Selain bisa memberikan manfaat bagi orang yang ingin belajar, membuka les privat piano juga memberikan saya penghasilan tambahan sebagai ibu rumah tangga.”

Endah mengidolakan beberapa komposer musik, yaitu pianis seperti Yiruma, Richard Clayderman dan Yanni.

 

CAT LOVER

Ternyata Endah juga cat lover (pencinta kucing). “Dulunya saya pernah bercita-cita menjadi dokter hewan, tapi takdir berkata lain, ternyata saya kuliah di Fakultas Teknik Sipil. Ya mungkin karna ayah saya seorang Sarjana Tehnik Sipil, akhirnya saya ikuti jejak beliau,” tutur wanita kelahiran Toli-Toli, Sulawesi Tengah, 01 Desember 1980.

Karna tidak jadi dokter hewan, secara tidak langsung Endah gemar memelihara hewan khususnya kucing. Saat ini Endah memiliki 6 ekor kucing. Beberapa jenis kucing yang pernah dipiara Endah seperti kucing Persia, kucing lokal (istilahnya kucing kampung) dan Mix Bengal (perkawinan silang kucing impor dan lokal).

Memelihara kucing memiliki nuansa tersendiri bagi Endah. “Sukanya, bisa menghilangkan stres dan jenuh. Saat mengelus kucing bisa merasakan perasaan tenang. Dukanya, saat kucing piaran saya ada yang sakit bahkan sampai ada yang mati,” tutur Endah.

Endah mengaku pernah melakukan proses breeding (pacak, pembiakan) kucing piaraannya dari jenis Mix Bengal dengan kucing impor, di tempat jasa breeding. Endah sempat merogoh kocek sekitar 2-3 juta. “Ya mau enggak mau, emang segitu. Tapi yang penting saya dapat anak kucing yang lucu dan sehat,” kata Endah puas.

Memelihara kucing perlu diperhatikan berbagai hal. Endah jeli dalam memilih pakan untuk kucing piaraannya. Selain pakan, ia juga melakukan perawatan untuk kucingnya. Seminggu sekali ia mandikan kucing piaraannya dengan shampoo anti jamur dan kutu, diteteskan obat anti kutu, melakukan vaksin rutin, pemotongan kuku dan perawatan kandang.

Kucing piaraan Endah dalam waktu tertentu ia lepasbebaskan berkeliaran di area rumah. “Dengan adanya kucing di rumah, saya merasa suasana rumah jadi ramai. Ada saja kesibukan baru,” kata Endah.

 

LUPUS

Siapa sangka di balik tegarnya sosok wanita ini, ternyata Endah seorang Odapus atau penderita penyakit Lupus. Penyakit Lupus adalah di mana sistem kekebalan tubuh yang keliru dan malah menyerang organ tubuh dan jaringan tubuhnya sendiri. Penyakit ini tidak menular tapi bisa berbahaya dan mematikan. Penyakit ini cenderung menyerang wanita, tapi tidak tertutup kemungkinan menyerang kaum pria juga.

Endah menderita penyakit Lupus sejak 1998. “Awalnya saya sempat down, karna ada saudara sepupu saya yang juga menderita penyakit ini, karna terlambat penanganannya kini dia sudah tiada.”

Jenis Lupus yang diderita Endah adalah Eritematosus Sistemik. Jenis Lupus ini dapat menyerang organ tubuh mana saja dari ringan hingga parah. Gejala ringannya seperti rasa nyeri dan lelah berkepanjangan.

Diakui Endah, organ tubuhnya yang pernah diserang penyakit Lupus diantaranya mata, ginjal, jantung dan pendengarannya. Yang saat ini ia rasakan adalah gangguan pada matanya.

Diakui Endah, dukungan keluarga, lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, membuat Endah menjalani cobaan ini seperti tanpa beban. Ia seperti mendapat energi untuk semangat hidup.

Hingga kini Endah masih rutin menjalani pengobatan. Selalu mengontrol kondisi kesehatannya.

“Walaupun saya menderita Lupus, saya tetap semangat dan berusaha memberikan manfaat bagi sesama,” tutur Endah.

Penyakit Lupus yang diderita Endah, diakuinya bukan akhir segalanya. Endah selalu menggambil hikmah dari cobaan ini. “Aku justru semakin mendekatkan diri pada Allah SWT. Dengan cara spiritual, aku bisa lebih tenang dan sabar,” tutur Endah.


Endah Catur Desiyanti dan suami

“Selama kita masih bisa bernafas, masih diberi kehidupan, dengan usaha dan berdoa, maka tak ada yang tidak mungkin,” demikianlah salah satu moto hidup Endah. Semoga sosok Endah Catur Desiyanti bisa menginspirasi kita semua. Amin.

 

Lay out dan Posting : Muhammad Imammuddin
Penulis                     : Thomas Antoni

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top