Profil

Ikhtiar dan Berjuang Mewujudkan Mimpi Kami

Inilah band yang digawangi dua personel perempuan muda bernama Nia Indria yang biasa disapa Noy, dan Cresna, yang biasa disapa Nay. Noy sebagai vokalis, Nay sebagai pemain bass (bassist).

Perjuangan mereka meniti karir patut diacungi jempol. Cikal bakal band ini terbentuk di Palu, Sulawesi Tengah. Band ini dibentuk oleh sang manager bernama Endah Catur Desiyanti. Tapi sayang, band ini tak bertahan lama dan akhirnya bubar, yang bertahan hanya Nay (pemain bass). Waktu itu Noy belum bergabung di band tersebut.

Kemudian di tahun 2010, Endah hijrah ke Tangerang ikut sang suami tinggal di Tangerang.

Di 2014, Nay kembali melanjutkan pendidikan S-2 di Universitas Negeri Jakarta di Rawamangun – Jakarta Timur. Sebelumnya Nay sudah mendapat gelar Sarjana di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Sambil kuliah, Nay bersama Endah mencari personil melalui media sosial untuk posisi vokalis, gitaris dan drummer. Melalui proses audisi, akhirnya didapat Nia Indria (Noy) sebagai vokalis, pemain drum dan pemain gitar. Noy berdomisili di Bekasi.

“Karna tidak ada kecocokan, akhirnya gitaris dan drumer hengkang. Yang bertahan hanya saya (Nay) dan Noy. Akhirnya band dibuat dalam format duo, yaitu saya sebagai vokalis dan Nay sebagai basist. Tapi kami tetap memakai additional player,” tutur sang vokalis yang mengidolakan band Paramore dan band Kotak.

Revaster Band resmi terbentuk pada 06 Juni 2015. Menurut pengakuan personil Revaster, nama Revaster dibentuk dari dua buah nama. “Karna konsep personil bandnya cewek, maka kami ambil nama bunga Aster. Dan didepan nama aster kami beri nama Revolusi. Jadinya nama Revaster gabungan dari Revolusi dan Aster,” tutur Nay.

Setelah band terbentuk maka dicarilah additional player (personil tambahan) untuk menunjang performa Revaster Band. Diakui Nay dan Noy bongkar pasang additional player pernah terjadi.

Mereka mulai berjuang membangun nama Revaster Band. Meniti karir di industri musik tidak mudah. Jatuh bangun mewarnai perjalanan mereka di musik.

Menurut Noy, “Revaster Band sempat mati suri karna ragu akan kemajuan band. Ditambah lagi banyaknya musisi yang sama-sama berkarir di musik. Tapi saya tidak patah semangat.”
Menurut Nay,”Sempat merasa down, karna sulitnya berkarir di musik. Tapi saya bangkit lagi karna saya sadar akan perjuangan Noy dan Mbak Endah (manager band) yang sudah jauh melangkah. Akhirnya kami putuskan terus berjalan.”

Pengalaman mangung pertama Revaster Band adalah di Ancol Beach City Mall. Diakui sang vokalis, ia sempat gugup juga. “Saya mencoba pede aja deh dan berdoa hehe,” tutur perempuan yang hobi makan ayam goreng.

“Karna di Ancol perform perdana, maka kita harus dapat chemistry antar personil. Karna suasana di panggung dan di studio beda,” tutur Nay.

Diakui Noy sebagai seorang vokalis, ia juga pernah lupa lirik. “Pura-pura kayak orang pintar aja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa he-he,” tutur vokalis kelahiran Jakarta, 29 November 1992.

Hubungan kerja yang harmonis

Menurut Endah (manager band) hubungan kerja di band sangat baik. “Saya sudah menganggap personil band sebagai anak sendiri. Nay dan Noy sering curhat sama saya. Kami pun sering jalan bersama di waktu senggang.”

(Kiri-kanan) Nia Indria, Cresna, Endah Catur Desiyanti

(Kiri-kanan) Nia Indria, Cresna, Endah Catur Desiyanti

Menurut personil Revaster Band hubungan Nay dan Noy dengan additional player sangat baik dan saling mendukung satu sama lain.

Kebersamaan antara manager dan personel Revaster Band

Kebersamaan antara manager dan personel Revaster Band

Selama membangun nama Revaster Band, diakui personil band, Revaster pernah beberapa mengikuti festival band.

Walaupun Revaster Band beraliran Pop-Rock, tapi mereka juga pernah perform dalam festival lagu religi di Jakarta.

Tema lagu Revaster Band seputar cinta, persahabatan, motivasi, alam dan religi.
Menurut personil Revaster Band total lagu yang sudah dibuat sekitar 30 judul lagu.

 

PASCA SARJANA

Siapa sangka pencabik senar bass di Revaster Band yang bernama Cresna atau biasa disapa Nay adalah lulusan Pasca Sarjana (Magister). Nay telah menyelesaikan studi S-1 Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Kimia di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Di 2014, Nay kembali melanjutkan studi S-2 nya di Fakultas Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta yang berlokasi di Rawamangun Jakarta Timur.

Keluarga Nay mendukung penuh Nay berkarir di musik. “Setelah lulus S-1 aku masih ingin nge-band, keluarga sih mendukung, tapi kata mereka, aku harus ambil S-2 juga,” tutur perempuan yang mengidolakan band Paramore, Evanencence dan Triad.

Nay memang jitu membagi waktunya. Sambil kuliah mengambil gelar S-2, ia tetap fokus pada bandnya. “Kuncinya harus bertanggung jawab, baik di band dan kuliah. Jangan ada yang disia-siakan,” diakui perempuan kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 13 Maret 1992.

Hingga akhirnya gelar S-2 diraih Nay di tahun 2016.

Hobi dalam bermusik

Noy : ”Hobi yang bisa dibayar adalah hal yang menyenangkan ketimbang kerja formal tapi tidak dibayar.”

Nay : “Awalnya hobi. Hobi di musik positif. Ingin punya karya yang bisa diakui.”

Suka dan duka membangun Revaster Band.

Noy : “Sukanya bisa menyalurkan hobi. Senang bikin lagu. Saat manggung punya kepuasan batin karna bisa menghibur.”

Nay : “Sukanya bisa menyalurkan hobi. Bisa berteman dengan sesama pemusik. Sebagai sarana menyalurkan isi hati dan ekspresi jiwa.”

Noy : “Dukanya belum tercapai apa yang kita mimpikan. Dan juga pernah mendapatkan pembatalan manggung.”

Nay : “Dukanya bisa dibilang sudah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan materi. Tapi inilah pengorbanan dan resiko yang harus kami ambil. Dan semua pengorbanan ini bagi kami justru malah menjadi sebuah motivasi.”

Menurut Nay dan Noy, mereka masih sanggup berjuang. Revaster Band akan tetap ada. “Kami percaya semua usaha pasti ada hasil. Kami optimis dengan berdoa dan bekerja, kami bangkit untuk meraih mimpi kami menjadi nyata,” demikian ungkapan Nay dan Noy.

Nia Indria (duduk). Cresna (berdiri)

Nia Indria (duduk). Cresna (berdiri)

Pengalaman manggung diantaranya :
• Ancol Beach City (Pelaksana Askomindo)
• Rumah Makan Oma Pawon (café)
• Hotel Hariston (Indie Kota Tua)
• Blok M Plaza (Formi)
• Albero Café.
• Pasar Seni Ancol (Indie Kota Tua dan IRO)
• Konser 1000 Band.
• MM Club.
• Grand Indonesia (Food Planet)
• Indomaret Point Ampera.
• ELSHINTA TV (Teras Sore).
• Orange TV (Video Klip).
• Endorse ISK dan Dolphin Stodio (Sponsor Recording).
• IRS Radio.
• BSI Kampus Fatmawati (4 April 2017).
• Kelapa Gading (Panggung La Piazza) 27 Maret 2017.
• Shining more than star (Formi) Plaza Blok M (11, 18, 25 Maret 2017 dan 1 April 2017).
• Asmidigi Fest 5 Mei 2017 (kampus ASMI).
• Revo Town Bekasi, Mei 2017
• Joglo Beer Café, Jakarta Selatan 2017.

pengalaman manggung

pengalaman manggung

 

Coming soon :

• Talkshow Friends Radio (19 Mei 2017).
• Sambas Coffe  (21 Mei 2017)
• Jakloth Kota Purworejo Jawa Tengah  (9 sd 11 Juni 2017)
• Festival Rock Nasional (15 Juli 2017)
• Tour Madiun Sekitar (Juli 2017)
• Launching Album Kompilasi Bhineka Tunggal Ika (Bandung).
• Distribusi Media Digital Gtunes.
• Jakarta Fair 2017.

Mini Album
1. Perubahanmu. 8 judul lagu. Tahun 2014.
2. Revolusi Bunga. 8 judul lagu. Tahun 2016.

Video Klip

1. Judul lagu : Putus Saja
https://youtu.be/xCI21jlEExs

2. Judul lagu : Janji Kita
https://youtu.be/ktdQYwJPO_M

Fans Page

• Facebook : Revaster Band – FG Management
• Instagram : @revasterband
• Twitter : @revaster
• Soundcloude : Revasterband
• Reverbnation : Revasterband
• Line : revaster band
• Pad : revaster band

 

Lay out dan Posting : Muhammad Imammuddin
Penulis                     : Thomas Antoni

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top